HIJRAH KE IBUKOTA

Mendobrak kenyamanan Bandung.

Sebenernya udah dari lama tawaran pindah ke Jakarta aku terima. Mulai dari ajakan beberapa temen sampai iseng-iseng ngirim lamaran. Tapi saat itu aku nya belum yakin buat pindah ke Jakarta. Selain masih nyaman banget sama Bandung, mindset aku terhadap Jakarta itu telalu Anjing hehehe… bukan bermaksud menghina Jakarta sih tapi lebih kepada ketakutan gak bisa survive hidup di Jakarta dengan segala hingar bingarnya. Walaupun gak di pungkiri pundi-pundi emas banyak banget di Jakarta.

Pada saat itu aku beranggapan Bandung udah luar biasa enak. Kotanya adem, biaya hidup rendah, orang-orangnya asik (yaa meskipun ada juga yang bikin nyesek heheh…), cewek-ceweknya cakep (knp jadi bahas wanita hahaha…) yang buat tiap bangun pagi nih kayak gak ada beban dan gak ada tuntutan apapun. Bener deh Bandung itu super duper nyaman dan tenteram. Tapi semakin kesini aku mikir aku gak bisa terus-terusan terlena dengan kenyamanan ini. Ditambah aku sempat akhirnya memutuskan untuk tidak menjadi karyawan dan memilih menjadi freelance hal itu berarti aku gak punya penghasilan tetap tiap bulan padahal aku hidup sendiri dan banyak hal yang harus ditanggung mulai bayar kos-kosan, asuransi, makan, sampe biaya-biaya lain untuk bersosial dengan dunia ku yang emang di haruskan untuk terobosan kemana-mana.

bandung-2

Enam(6) bulan aku jadi freelance setelah memutuskan diri untuk melepas status dengan Fair Pro Indonesia EO yang membesarkan namaku di Bandung, aku sempat nerima tawaran join di salah satu EO Bandung yang banyak melahirkan orang event hebat di Bandung. Aku sempat bergabung di Ardan Komunika Bandung selama 3 bulan.

Selama disana dan sampai dengan setelah aku keluar, aku mulai berpikir Bandung sudah tidak sehat lagi sebagai ladang penghasilan aku. Bandung lebih cocok menjadi tempat untuk bersantai menikmati keindahan dan keademannya.

Sampai pada suatu hari tanggal 26 Februari 2016 seorang kawan dari Jakarta, Mas Dodo dari Biru Api Event Communication menghubungi aku untuk membantu projectnya selama 6 bulan ke depan dan aku cuma di kasih waktu 1 hari untuk memutuskan dan segera berangkat ke Jakarta karena event atau project itu akan mulai berjalan tanggal 1 Maret 2016.

Dejavu brooo… ini sama kejadiannya kayak aku pertama kali di hubungi Mas Genta tahun 2013 silam di bulan yang sama aku di hubungi dan harus segera berangkat ke Bandung.

Dilema banget setelah dapat tawaran dari Mas Dodo. Banyak keragu-raguan dan ketakutan yang selalu aku pikirin ketika dapat tawaran untuk ke Jakarta. 6 bulan bukan waktu yang sebentar, gimana kos aku? Gimana ntr disana? Mau tinggal dmn? Bisa gak yaa aku survive? Terus setelah 6 bulan aku mau ngapain? Balik ke Bandung lagi?

 

Hijrah.

taman-monas-malam-hari

Banyak lah pokoknya pertanyaan-pertanyaan timbul. Sampai akhirnya setelah minta masukan dari temen aku Andrie Cabs dan semakin di yakinkan oleh pacarku Uti, akupun akhirnya membulatkan tekad untuk berangkat ke Jakarta dan menerima tawaran itu. Dengan pertimbangan lumayan lah 6 bulan ke depan ada pemasukan rutin yang lumayan. Selanjutnya gimana dipikir ntar siapa tau ada rencana lain dari Allah.

28 Februari 2016 dengan travel cipaganti andalan aku (sekarang namanya MGO), aku berangkat ke Jakarta. Biasanya aku berangkat ke Jakarta itu kalau gak mau meeting yaa paling ada event atau ambil brief, paling Cuma bawa tas ransel yang isinya laptop dan 2 atau 3 kaos buat ganti tapi kali ini aku bawa tas karier aku penuh dengan berbagai barang yang mungkin bakal aku butuhin di Jakarta.

1 Maret 2016. Aku mulai jalan project bareng Biru Api Event & Communication. Projet Exhibition di Mall Kota Kasablanca dari Standart Chartered Bank (Kartu Kredit). Kerja 1 bulan penuh tanpa libur mulai jam buka mall sampai tutup mall. Tiap hari itu aja kegiatan aku, bangun jam 8 pagi, jam 10 udah standby di booth sampai malam. Awalnya sih enjoy, banyak dapat temen-temen baru dari salesnya Standart Chartered, dapat ilmu baru untuk open booth di mall, dapat ilmu baru soal kartu kredit sampai ngeliat banyak event setiap minggunya yang berbeda-beda. Yaa namanya juga mall, pasti jadi pilihan utama para EO, agency, atau perusahaan sebagai tempat untuk promo product mereka.

img_20160323_152723

Tapi memasuki bulan ketiga aku mulai jenuh dengan semua itu, mulai sering bangun siang, sering minta gantiin orang buat pulang ke Bandung dan mulai nyari side job ngebantuin event lain (kalau mas dodo atau anak biru api lain ada yang baca ini sorry yaa..heheh) karena dasarnya aku itu orang lapangan susah kalau harus terus-terusan diem Cuma nyatet,ngerekap data, bikin report gak ada tantangannya atau sesuatu yang bikin aku harus stress mikirin solusinya.

Sampai akhirnya aku iseng masukin lamaran ke beberapa EO di Jakarta karena aku mulai enjoy dengan kehidupan kota Jakarta dan mulai berpikir untuk pindah ke Jakarta.

Suatu waktu ada pesan masuk ke inbox akun aku di Linkedin dari Head Production Event Tempo Group. Dia menawarkan untuk aku bisa bergabung ke Tempo Group. Gak pakai lama mikir aku kirim lamaran dan orang nya ngajakin aku untuk ketemuan dikantornya dengan tujuan interview awal dengan dia sebagai head production dan manager event nya. Selanjutnya mulai lah aku mengikuti proses recruitment yang penuh dengan procedural sebuah perusahaan besar. Mulai dari test psikologi, interview HRD, sampai test kesehatan. Dan itu memakan waktu hampir 2 bulan. Aku yang mulai jenuh dengan project kokas di tambah dengan terlalu panjangan proses recruitment itu, bikin aku kehilangan harapan. Sampai dengan satu waktu aku di hubungi dan dinyatakan diterima bekerja di Tempo tapi dengan gaji yang akan aku terima separuh dari yang aku dapat di project kokas semakin aku gak yakin buat bergabung disana.

Tapi Allah itu memang luar biasa baik. Dia menggantikan semuanya dengan sesuatu yang luar biasa walaupun prosesnya gak gampang.

Waktu itu bulan puasa, 1 bulan aku tiap hari ke kokas dari pagi sampai malam. Alhamdulillah aku bisa melewati full tanpa kendala. Moment langka setelah sekian tahun. Mungkin melalu itu akhirnya Allah menggantikan dengan yang lebih baik. Aku dapat telepon dari HRD salah satu EO di Jakarta untuk undangan interview di kantornya. Pas di telepon aku lupa kapan aku apply lamaran ke perusahaan itu, posisinya sebagai apa juga aku gak inget sama sekali. Tapi aku pikir aku datang aja lah siapa tau ada rencana Allah yang lebih indah buat aku.

 

Final Answer!MMK Studio!

Dua kali aku menjalani proses interview disana dan alhamdulillah aku di terima untuk bergabung di MMK Studio (PT Mitra Mega Karya). Sebuah EO yang membuat beberapa impian aku mulai terwujud. Dan tentunya dengan gaji dan fasilitas yang sesuai dengan ekspetasi aku.

Dengan pertimbangan bahwa bulan juli adalah bulan terakhir aku membantu Biru Api, dan aku butuh biaya banyak untuk pindah ke Jakarta, aku memutuskan untuk tidak berlebaran di Surabaya dan tidak berkumpul bersama keluarga. Berat sih tapi aku harus siap menerima semua konsukeunsi nya. Aku harus bisa survive jangan hanya mencari enaknya saja. Lebaran aku lewatin dengan menjalani rutinitas aku datang ke Kokas dari pagi sampai malam.

15 Juli 2016 aku pamit untuk tidak bisa melanjutkan pekerjaanku di Project Standart Chartered Bank karena aku harus mengurusi kepindahan aku ke Jakarta. Mulai nyari kos, mindahin barang dan persiapan lainnya. Beruntung aku punya seorang uti yang bener-bener ngebantu aku dalam melewati semua proses ini.

27 Juli 2016 aku resmi berstatus sebagai Production Staff dari PT Mitra Mega Karya (MMK Studio) dengan status percobaan selama 3 bulan kedepan. Alhamdulillah ya Allah jalanMu luar biasa indah..

mmk1.png

Dream Come True.

Bersyukur tiada tara sama Allah karena jalanNya aku di jodohkan dengan MMK. 2 impian aku terwujud disini dalam waktu 2 bulan. Yang pertama aku pernah bermimpi pengen jadi bagian dari sebuah event music besar di Indonesia yaitu SOUNDRENALINE. Dan disini itu terwujud walaupun bukan sebagai bagian yang besarnya tapi Alhamdulillah aku ada di satu bagian dari SOUNDRENALINE 2016. Dulu yang Cuma bisa ngarep beli tiket sampe harus nabung dan gak jajan sekarang aku bisa ada di dalamnya dan jalan sesuka hati aku tanpa harus mikir berapa uang yang harus aku keluarin heheheh…

img_20160829_134544

Yang kedua.. sewaktu di Bandung aku bareng Echa, Andrie, dan Akew pernah berencana mau bikin sebuah rave party di Lombok dengan inpirasinya adalah Ultra Music Festival. Yaa waktu itu sih ngobrolnya di temani bir dengan optimis bakal terjadi tapi belum bisa di pastikan waktunya, di MMK aku dibuat gak nunggu lama-lama. Setelah Soundrenaline aku langsung di sibukan dengan ULTRA BEACH BALI 2016. Gak pernah kebayang semua bakal kejadian seperti ini. Dengan waktu jeda Cuma seminggu setelah Soundrenaline 2016 di Garuda Wisnu Kencana Bali, aku dengan tim MMK yang lain harus balik lagi ke Bali untuk persiapan ULTRA BEACH BALI 2016 dan itu bertepatan dnegan hari raya idul adha kita berangkat.

2016-10-02_01-36-42

Berkah Idul Fitri dan Idul Adha aku rasakan banget tahun ini. Pertengahan 2015 – Awal 2016 aku bener-bener ngerasa di bawah perlahan di angkat lagi sama Allah. Luar biasa banget lah pokoknya.

Gak ada project yang bener-bener perfect tanpa masalah. Event itu Cuma soal adaptasi. Itu adalah kata-kata dari Owner MMK Studio Pak Ronald. Dan memang bener, Soundrenaline dan Ultra adalah event impian aku, gak sedikit masalah yang timbul di dalamnya dan harus kita hadapi sebagai pembelajaran kita untuk kedepannya.

Tapi apapun itu masalahnya terimakasih banget ya Allah jalanMu luar biasa indah sampai aku bisa ke Jakarta dan ketemu dengan MMK serta perlahan mewujudkan mimpi-mimpiku. Terimakasih MMK yang mau jadi perantara Allah dengan mengijinkan aku untuk mewujudkan semuanya bersama semua tim MMK.

 

Anggrek06-westjkt, 021016

ig:@aditarmindpradha